RUU Prancis Dukung Larangan Warga Ikut Berjihad di Irak dan Suriah
Dunia
Jumat 22 Zulhijjah 1435 / 17 October 2014 05:42
Related
SENAT Prancis menerima RUU anti-terorisme pada Kamis 16 Oktober kemarin yang bertujuan menghentikan warga Prancis bepergian untuk berperang bersama dengan “teroris” di wilayah Suriah dan Irak.
Larangan itu bisa dikenakan terhadap warga negara Prancis ketika ada alasan serius yang meyakini bahwa seseorang berencana bepergian ke luar negeri untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan teroris, kejahatan perang atau kejahatan terhadap kemanusiaan atau dengan operasi kelompok teroris dan dalam kondisi cenderung membahayakan publik keamanan setelah mereka kembali ke wilayah Prancis.
Larangan, yang berlaku efektif untuk setidaknya enam bulan dan terbarukan sampai dua tahun, memungkinkan pihak berwenang untuk segera menyita paspor dan kartu identitas tersangka. Nama para tersangka dapat ditempatkan pada Sistem Schengen Informasi yang digunakan oleh negara-negara Eropa dan transportasi swasta. Dan para pelanggar UU itu akan menghadapi hukuman hingga tiga tahun penjara dan denda sebesar 58 ribu dolar.
RUU ini juga melakukan advokasi yang menargetkan terorisme di Internet dengan kemungkinan memblokir situs-situs yang mendukung terorisme.
RUU ini disahkan menjadi undang-undang dengan suara 317-28 di Senat.
Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve, yang mengusulkan RUU itu pada bulan Juli itu, sebelumnya mengatakan bahwa diperkirakan 930 warga negara Prancis telah pergi ke Suriah atau Irak untuk berperang bersama dengan kelompok-kelompok pejuang, di antaranya 60 perempuan.
Hampir 36 warga Perancis telah meninggal selama pertempuran di Irak dan Suriah.[fq/islampos/anadolu]
Redaktur: Al Furqon
0 Response to "RUU Prancis Dukung Larangan Warga Ikut Berjihad di Irak dan Suriah"
Post a Comment