Tahan Jangan makan Sapi dan Kambing, Korban Postif Anthrax di Jogja
Tersebar khabar Viral di Media sosial bahwa Masyarakat jogja kulon progo sedang di gegerakan dengan penemuan korban virus anthrax. Korban sedang dirawat intensif di RSUP Sarjito, berikut foto Hasil Lab yang menyatakan Korban positif terinfeksi virus anthrax
Info dari seorang dokter hewan di jogja : yang masih stay jogja hindari dulu yah makan daging sapi dan kambing daerah jogja soalnya udh penetapan KLB antrax salah satu bocah di sardjito udh positif. Kmrn dr kulon progo skrg udh ke sleman
apa sih Anthrax?
Bacillus anthracis adalah bakteri gram negatif berbentuk tangkai yang berukuran sekitar 1x6 mikrometer dan merupakan penyebab penyakit antraks.
B. anthracis adalah bakterium pertama yang ditunjukkan dapat menyebabkan penyakit. Hal ini diperlihatkan oleh Robert Koch pada tahun1877. Nama anthracis berasal dari bahasa Yunani anthrax yang berarti batu bara, merujuk kepada penghitaman kulit pada korban.
Bakteria ini umumnya terdapat di tanah dalam bentuk spora, dan dapat hidup selama beberapa dekade dalam bentuk ini. Jika memasuki sejenis herbivora, bakteria ini akan mulai berkembang biak dalam hewan tersebut dan akhirnya membunuhnya, dan lalu terus berkembang biak di bangkai hewan tersebut. Saat gizi-gizi hewan tersebut telah habis diserap, mereka berubah bentuk kembali ke bentuk spora.
Manusia dapat terinfeksi bila kontak dengan hewan yang terkena anthraks, dapat melalui daging, kulit, tulang maupun kotoran. Meskipun begitu, hingga kini belum ada kasus manusia tertular melalui sentuhan atau kontak dengan orang yang mengidap antraks.
Beberapa gejala-gejala antraks (tipe pencernaan) adalah mual, pusing, muntah, tidak nafsu makan, suhu badan meningkat, muntah bercampur darah, buang air besar berwarna hitam, sakit perut yang sangat hebat (melilit) atau (untuk tipe kulit) seperti borok setelah mengkonsumsi atau mengolah daging asal hewan sakit antraks.
Daging yang terkena antraks mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: berwarna hitam, berlendir, berbau.
Pencegahan masaklah daging dengan matang. Bakteri akan mati dengan1 pemasakan 100 derajat C selama 10 menit. Atau yang teraman, tahan dulu keinginan makan daging hewan herbivora dalam beberapa waktu ke depan 😊
Salam sehat
info dikompilasi oleh M. Silvia, MD, MSc (bagian Mikrobiologi, Imunologi, dan Penyakit Infeksi FK UKDW)
0 Response to "Tahan Jangan makan Sapi dan Kambing, Korban Postif Anthrax di Jogja"
Post a Comment