Makin Panas, Saudi CS Rilis Daftar “Teroris” Baru terkait Qatar
Dakwah Media - Kantor berita resmi pemerintah Saudi, Saudi Press Agency (SPA), Selasa (25/07), menyebutkan bahwa Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain menambahkan 18 daftar orang dan entitas baru yang memiliki hubungan dengan Qatar ke dalam daftar “teroris”. Hal ini semakin meningkatkan sengketa antara Doha dan empat negara yang memblokadenya itu.
Seperti dilansir dari Reuters Arabic, daftar baru itu terdiri dari tiga yayasan sosial Yaman, tiga lembaga media Libya, dua kelompok bersenjata dan satu organisasi keagamaan. Sebagian lembaga sudah dilabeli “teroris” oleh AS.
Empat engara tersebut menuduh warga Qatar, Kuwait dan Yaman yang masuk dalam daftar baru itu memiliki hubungan dengan Qatar dan mengumpulkan dana untuk membantu Al-Qaidah. Sementara kelompok dan individu dari Libya dituding mendapat dana langsung dari Qatar.
“Aktivitas ‘teror’ bagi entitas-entitas dan individu ini memiliki hubungan langsung atau tidak langsung dengan pemerintah Qatar,” kata pernyataan empat negara pemblokade Qatar tersebut.
Sementara itu, Qatar tidak berkomentar langsung atas pernyataan tersebut. Dengan makna tersirat, Menlu Qatar Syaikh Muhammad bin Abdurrahman Alu Tsani mengatakan pihaknya mengecam empat negara tersebut atas tindakannya yang melihatkan menggagalkan upaya mediasi yang ditengani oleh AS.
“Kami melihat ada upaya terselubung untuk menggoyahkan mediasai baik melalui pernyataan-pernyataan atau bocoran-bocaran yang disampaikan ke publik di masa-masa sensitif ini, di fase mediasi, dan pernyataan mereka yang bertentangan dengan mediator,” katanya.
Dia kembali menegaskan bahwa Doha siap bernegosiasi terkait masalah ini, dengan syarat tidak menyangkut persoalan dalam negeri. Dia juga menekankan pentingnya membuka blokade terlepih dahulu.
Sebelumnya, empat negara pemblokade itu juga merilis daftar individu dan kelompok “teror” terkait dengan Qatar, di antara Syaikh Yusuf Qardhawi dan Gerakan Perlawanan Islam Hamas. Qatar membantah keras tudingan tersebut dan menegaskan bahwa daftar “terorir” tersebut penuh kebohongan.
Perlu diketahui, AS saat ini berupaya memediasi Qatar dan empat negara pemblokade. Dalam pernyataannya, AS mengatakan bahwa pihaknya memiliki kepentingan besar di Teluk. Terlebih, Qatar menjadi tempat pangkalan AS terbesar di wilayah Teluk. [kn]
Seperti dilansir dari Reuters Arabic, daftar baru itu terdiri dari tiga yayasan sosial Yaman, tiga lembaga media Libya, dua kelompok bersenjata dan satu organisasi keagamaan. Sebagian lembaga sudah dilabeli “teroris” oleh AS.
Empat engara tersebut menuduh warga Qatar, Kuwait dan Yaman yang masuk dalam daftar baru itu memiliki hubungan dengan Qatar dan mengumpulkan dana untuk membantu Al-Qaidah. Sementara kelompok dan individu dari Libya dituding mendapat dana langsung dari Qatar.
“Aktivitas ‘teror’ bagi entitas-entitas dan individu ini memiliki hubungan langsung atau tidak langsung dengan pemerintah Qatar,” kata pernyataan empat negara pemblokade Qatar tersebut.
Sementara itu, Qatar tidak berkomentar langsung atas pernyataan tersebut. Dengan makna tersirat, Menlu Qatar Syaikh Muhammad bin Abdurrahman Alu Tsani mengatakan pihaknya mengecam empat negara tersebut atas tindakannya yang melihatkan menggagalkan upaya mediasi yang ditengani oleh AS.
“Kami melihat ada upaya terselubung untuk menggoyahkan mediasai baik melalui pernyataan-pernyataan atau bocoran-bocaran yang disampaikan ke publik di masa-masa sensitif ini, di fase mediasi, dan pernyataan mereka yang bertentangan dengan mediator,” katanya.
Dia kembali menegaskan bahwa Doha siap bernegosiasi terkait masalah ini, dengan syarat tidak menyangkut persoalan dalam negeri. Dia juga menekankan pentingnya membuka blokade terlepih dahulu.
Sebelumnya, empat negara pemblokade itu juga merilis daftar individu dan kelompok “teror” terkait dengan Qatar, di antara Syaikh Yusuf Qardhawi dan Gerakan Perlawanan Islam Hamas. Qatar membantah keras tudingan tersebut dan menegaskan bahwa daftar “terorir” tersebut penuh kebohongan.
Perlu diketahui, AS saat ini berupaya memediasi Qatar dan empat negara pemblokade. Dalam pernyataannya, AS mengatakan bahwa pihaknya memiliki kepentingan besar di Teluk. Terlebih, Qatar menjadi tempat pangkalan AS terbesar di wilayah Teluk. [kn]
0 Response to "Makin Panas, Saudi CS Rilis Daftar “Teroris” Baru terkait Qatar"
Post a Comment